Monalisa merupakan platform monitoring dan evaluasi proyek konstruksi pemerintah berbasis data yang di buat untuk membantu Pejabat Penandatangan Kontrak memantau progres fisik , realisasi keuangan, deviasi, jadwal pelaksanaan kontrak melalui kurva S, hingga tindak lanjut proyeks secara real time
Inovasi Buku Berpindah (Bu Indah) adalah terobosan layanan jemput bola yang dirancang untuk mendekatkan akses literasi langsung ke tengah aktivitas masyarakat. Melalui pendekatan proaktif ini, koleksi bahan bacaan tidak lagi pasif berada di rak, melainkan didistribusikan secara bergilir ke berbagai titik kumpul warga, sekolah, dan ruang publik. Inovasi ini secara efektif memecah hambatan geografis dan waktu yang kerap menjadi kendala dalam mengakses informasi, sekaligus membangun ekosistem belajar inklusif yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
E-Arsip Pengadaan ini merupakan aplikasi berbasis web yang digunakan untuk proses pengelolaan pada tahapan reviu, persetujuan, monitoring, dan pengarsipan dokumen pengadaan barang dan jasa secara elektronik dan terintegrasi
Non-Digital
Pendidikan & Kebudayaan
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
TRC GERCEP CEPAK adalah tim reaksi cepat tingkat kecamatan dan desa untuk mencegah terjadinya perkawinan anak
Dilaksanakan di Kecamatan Abuki (Desa Arubia Jaya) dan Kecamatan Tongauna (Desa Momea)
Tim disiapkan melalui koordinasi dengan camat, kepala desa, dan tokoh masyaraka
ringkasan singkat inovasi : SIJEMARI (Silase Jerami Fermentasi Kaya Nutrisi) merupakan inovasi pengolahan limbah pertanian berupa jerami menjadi pakan ternak berkualitas melalui proses fermentasi. Teknologi ini bertujuan meningkatkan kualitas nutrisi, daya cerna, serta palatabilitas jerami sehingga lebih mudah dikonsumsi dan dimanfaatkan oleh ternak, khususnya sapi dan kambing.
Proses pembuatan SIJEMARI dilakukan dengan bahan baku jerami, mencampurkannya dengan bahan tambahan seperti molase dan starter mikroorganisme (EM4), Bekatul, Kunyit, dan Mineral, kemudian menyimpannya dalam kondisi kedap udara selama periode fermentasi tertentu.
Kesimpulan: SIJEMARI merupakan solusi inovatif dalam pemanfaatan limbah pertanian menjadi pakan ternak yang lebih bernilai guna, ekonomis, dan berpotensi mendukung ketahanan pakan serta meningkatkan produktivitas peternakan.
Latar Belakang : Sektor peternakan merupakan salah satu bidang pertanian yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya dalam penyediaan sumber protein hewani seperti daging dan susu. Salah satu faktor utama yang mendukung keberhasilan usaha peternakan adalah ketersediaan pakan yang berkualitas, bergizi, dan berkelanjutan. Namun, ketersediaan hijauan pakan ternak sering mengalami kendala, terutama pada musim kemarau ketika jumlah rumput segar semakin berkurang. Kondisi tersebut menyebabkan peternak kesulitan memenuhi kebutuhan pakan ternaknya.
Jerami padi merupakan salah satu limbah hasil pertanian yang jumlahnya cukup melimpah di Indonesia, terutama setelah musim panen. Selama ini, jerami padi umumnya hanya dimanfaatkan sebagai pakan tambahan atau dibakar sehingga pemanfaatannya belum optimal. Padahal, jerami padi memiliki potensi untuk dijadikan sebagai alternatif sumber pakan ternak melalui proses pengolahan dan pengawetan yang tepat. Meskipun demikian, jerami padi memiliki kandungan serat kasar yang tinggi serta kandungan protein yang relatif rendah sehingga perlu dilakukan pengolahan untuk meningkatkan kualitas nutrisinya.
Salah satu teknologi pengolahan pakan yang dapat diterapkan adalah pembuatan SIJEMARI (Silase Jerami Fermentasi Kaya Nutrisi). SIJEMARI (Silase Jerami Fermentasi Kaya Nutrisi) merupakan pakan ternak yang diawetkan melalui proses fermentasi dalam kondisi anaerob atau tanpa oksigen. Proses ini bertujuan untuk mempertahankan kualitas bahan pakan, memperpanjang masa penyimpanan, serta meningkatkan daya simpan jerami padi agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Melalui pembuatan SIJEMARI (Silase Jerami Fermentasi Kaya Nutrisi) dari jerami padi, diharapkan limbah pertanian dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber pakan alternatif, mengurangi ketergantungan terhadap hijauan segar, serta membantu peternak mengatasi kekurangan pakan pada musim kemarau. Oleh karena itu, kegiatan ini penting dilakukan sebagai upaya meningkatkan efisiensi pemanfaatan limbah pertanian dan mendukung keberlanjutan usaha peternakan.
Inovasi PELITA (Pusat Evaluasi Laporan Inspektorat Tindak Lanjut Akurat) adalah sistem informasi elektronik terpadu berbasis web modern (Next.js, PostgreSQL) yang dikembangkan oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe untuk mendigitalisasikan siklus pengawasan internal secara Satu Pintu.
PELITA menghadirkan solusi komprehensif atas kendala birokrasi konvensional, seperti rekapitulasi manual yang lambat dan risiko hilangnya arsip fisik temuan. Melalui aplikasi ini, pengelolaan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), distribusi akun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beramankan Pakta Integritas, hingga pengunggahan dokumen bukti dukung digital oleh auditi dilakukan secara terpusat dan transparan.
Selain itu, PELITA dilengkapi fitur verifikasi berjenjang oleh tim pemeriksa dan pemantauan status penyelesaian temuan (Open vs Closed) secara real-time bagi pimpinan. Inovasi ini secara konkret memangkas waktu birokrasi, mewujudkan gerakan paperless office, serta mempercepat kepatuhan penyelesaian tindak lanjut audit demi mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berintegritas di Bumi Konawe.
Digital
Tata Kelola Pemerintahan & PAD
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
SI PERKAKAS PERAK merupakan sistem pencatatan dan pelaporan kasus berbasis Google Spreadsheet yang dikembangkan untuk mendukung pelayanan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak secara cepat, akurat, dan terintegrasi.
Sistem memuat menu Detail Pengaduan, Data Pelapor, Data korban, Data pelaku, Kronologi Kejadian, Jenis kekerasan, Lokasi kejadian, Bentuk layanan, Status penyelesaian Kasus
SI PERKAKAS PERAK dilatar belakangi oleh tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Bentuk kekerasan yang terjadi dapat berupa kekerasan fisik, psikis, seksual, maupun penelantaran, yang memberikan dampak signifikan tidak hanya pada kondisi fisik korban, tetapi juga pada aspek psikologis, sosial, serta tumbuh kembang korban dalam jangka panjang. Dampak tersebut dapat menghambat kualitas hidup korban, menurunkan produktivitas, serta berpotensi menimbulkan permasalahan sosial yang lebih luas apabila tidak ditangani secara tepat dan berkelanjutan. Berdasarkan data yang diperoleh dari UPTD PPA Kab. Konawe dan Unit PPA Polres Konawe menunjukkan bahwa jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Konawe mengalami fluktuasi selama periode 2021–2025.
Dalam upaya penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, diperlukan langkah-langkah yang komprehensif, terintegrasi, dan berkesinambungan, mulai dari tahap pencegahan, penanganan, hingga pemulihan korban. Salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan penanganan tersebut adalah tersedianya data dan informasi yang akurat, lengkap, dan dapat diakses secara cepat. Pencatatan dan pelaporan kasus yang baik menjadi dasar dalam proses pengambilan keputusan, perumusan kebijakan, serta evaluasi program perlindungan perempuan dan anak.
Pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Konawe sebagai perangkat daerah yang memiliki tugas dan fungsi dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, pengelolaan data kasus kekerasan menjadi salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan secara optimal. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai kendala yang dihadapi, antara lain belum optimalnya sistem pencatatan data yang digunakan, proses pengelolaan data yang masih bersifat manual atau belum terintegrasi secara digital, keterbatasan dalam mengakses data secara real-time, serta adanya potensi terjadinya kesalahan pencatatan, duplikasi data, maupun kehilangan data. Hal ini disebabkan karena sistem pencatatan dan pelaporan yang belum dilakukan secara digital, serta belum adanya SOP atau format baku pencatatan dan pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu, setiap unit kerja memiliki format yang berbeda-beda dalam pencatatan dan pelaporan serta pelaporan kasus.
Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya penyajian data yang akurat dan terkini, sehingga dapat menghambat proses analisis, pelaporan, serta pengambilan keputusan dalam penanganan kasus. Selain itu, keterlambatan dalam penyajian data juga berpotensi mempengaruhi kecepatan respon terhadap kasus yang terjadi, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya korban kekerasan perempuan dan anak.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat, pemanfaatan sistem berbasis digital menjadi suatu kebutuhan dalam mendukung peningkatan kinerja organisasi, khususnya dalam pengelolaan data. Penggunaan aplikasi berbasis cloud computing memberikan kemudahan dalam hal penyimpanan, pengolahan, serta akses data secara fleksibel dan efisien. Salah satu aplikasi yang dapat dimanfaatkan adalah Google Spreadsheet, yang memiliki berbagai keunggulan, seperti kemudahan penggunaan, akses secara daring (online), kemampuan kolaborasi secara real-time, serta fitur pengolahan data yang cukup lengkap.
Dengan memanfaatkan Google Spreadsheet, proses pencatatan dan pelaporan kasus kekerasan perempuan dan anak dapat dilakukan secara lebih terstruktur, sistematis, dan terintegrasi. Data yang diinput dapat langsung diakses oleh pihak terkait, sehingga mempermudah koordinasi, monitoring, dan evaluasi penanganan kasus. Selain itu, penggunaan sistem digital juga dapat meminimalisir kesalahan pencatatan, meningkatkan keamanan data, serta mempercepat proses penyusunan laporan.
Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan suatu inovasi dalam bentuk optimalisasi pencatatan dan pelaporan kasus kekerasan perempuan dan anak melalui pemanfaatan Google Spreadsheet pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Konawe. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akurasi pengelolaan data, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana implementasi nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) BerAKHLAK, khususnya dalam aspek adaptif terhadap perkembangan teknologi, berorientasi pada pelayanan, serta akuntabel dalam pengelolaan data dan informasi.
RINGKASAN SINGKAT : AHERS (Animal Health Report System) merupakan inovasi sistem pelaporan kesehatan hewan berbasis digital yang bertujuan untuk mempermudah, mempercepat, dan meningkatkan efektivitas proses pelaporan serta pemantauan kondisi kesehatan hewan.
Melalui AHERS, informasi terkait kasus penyakit hewan, kejadian penyakit, dan kondisi kesehatan ternak dapat dilaporkan secara lebih cepat, terstruktur, dan terdokumentasi. Sistem ini mendukung petugas kesehatan hewan dalam melakukan pemantauan, pengumpulan data, serta pengambilan keputusan secara tepat dan berbasis data.
Tujuan utama inovasi AHERS:
Mempercepat proses pelaporan kasus penyakit hewan.
Meningkatkan akurasi dan keterpaduan data kesehatan hewan.
Memudahkan pemantauan dan pengawasan penyakit hewan.
Mendukung deteksi dini dan respons terhadap potensi wabah penyakit hewan.
Meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan hewan. LATAR BELAKANG INOVASI : Kesehatan hewan merupakan salah satu faktor kunci dalam menjaga ketahanan pangan, kesehatan masyarakat veteriner, serta kesejahteraan hewan. Penyakit hewan, baik menular maupun tidak menular, dapat menimbulkan dampak yang luas, mulai dari kerugian ekonomi peternak, penurunan produktivitas, hingga risiko zoonosis yang membahayakan kesehatan manusia, Oleh karena itu, kegiatan pemantauan, pemeriksaan, pengobatan, vaksinasi, dan pelaporan kesehatan hewan harus dilakukan secara rutin dan terdokumentasi dengan baik. SARAN INOVASI :Laporan Cepat – Memudahkan petugas melaporkan penyakit hewan melalui aplikasi.
Peta Lokasi Kasus – Menampilkan lokasi hewan yang terkena penyakit.
Notifikasi Otomatis – Memberikan pemberitahuan jika ada kasus penyakit baru.
Data Statistik – Menampilkan jumlah dan jenis penyakit hewan.
Deteksi Penyakit – Membantu mengenali kemungkinan penyebaran penyakit.
Upload Foto – Menambahkan foto hewan sebagai bukti laporan.
Pantau Penanganan – Melihat perkembangan penanganan kasus penyakit hewan.
Upaya penanggulangan kemiskinan dan penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran sangat bergantung pada keakuratan data kesejahteraan masyarakat. Selama ini, tantangan utama yang dihadapi adalah adanya risiko ketidaktepatan data (inklusi dan eksklusi error) serta proses pemutakhiran data yang membutuhkan waktu.
Sebagai langkah solutif dan inovatif di era transformasi digital, Dinas Sosial Kabupaten Konawe menghadirkan Aplikasi Valid Data Kesejahteraan Masyarakat Konawe. Inovasi ini lahir untuk mengintegrasikan, memvalidasi, dan memutakhirkan data pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial secara real-time, transparan, dan akuntabel. Melalui sistem ini, pemerintah daerah dapat memastikan bahwa setiap kebijakan dan program bantuan sosial benar-benar didasarkan pada data yang valid dan objektif di lapangan.
Sasaran Aplikasi
Aplikasi ini dikembangkan dengan sasaran strategis sebagai berikut:
1. Akurasi Data Bansos: Mewujudkan basis data kesejahteraan masyarakat Kabupaten Konawe yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi secara digital guna meminimalkan salah sasaran dalam penyaluran bantuan.
1. Akurasi Data Bansos: Mewujudkan basis data kesejahteraan masyarakat Kabupaten Konawe yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi secara digital guna meminimalkan salah sasaran dalam penyaluran bantuan.
2. Efisiensi Validasi: Mempercepat dan mempermudah proses verifikasi serta validasi data (verval) bagi petugas Dinas Sosial maupun aparatur desa/kecamatan di lapangan.
3. Masyarakat Konawe BERSAHAJA: Mendukung visi daerah dalam mewujudkan masyarakat Konawe yang BERSAHAJA melalui pemerataan keadilan sosial dan pengentasan kemiskinan yang berbasis data riil.
4. Transparansi Publik: Membangun sistem pemantauan data kesejahteraan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan demi meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
Keselamatan Ibu dan Bayi pada saat persalinan adalah prioritas utama dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan perorangan. Sebagaimana amanat negara melalui kementerian kesehatan yang tertuang dalam regulasi Permenkes no. 6/2024, Tentang Standar Pelayanan Minimal kesehatan (SPM) pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas) di seluruh Kabupaten/Kota. Dimana salah satu indikatornya tentang kesehatan ibu dan anak dengan Substansi yg menegaskan bahwa " setiap ibu bersalin berhak mendapatkan pelayanan persalinan sesuai standar dan mutu pelayanan yang meliputi Tenaga, Tempat, dan Tindakan.
Puskesmas sebagai Garda atau Pintu pertama dalam melayani kebutuhan layanan kesehatan tingkat dasar bagi masyarakat, diharapkan mampu hadir dan memberikan kontribusi nyata secara sosial dan ekonomi. Oleh dasar pemikiran inilah kemudian puskesmas unaaha mengembangkan bentuk pelayanan yang bersifat Pro aktif (Antusias/jemput bola) dengan membuat sebuah Inovasi Pelayanan yang disebut SIAGA BUNDA.
SIAGA BUNDA adalah merupakan program inovasi Puskesmas Unaaha yang berfokus pada Aksesibilitas Pelayanan Persalinan Ibu Hamil. Substansi layanan berupa Aksi Tanggap Darurat dengan Menyediakan sistem koordinasi cepat dan fasilitas antar-jemput bagi ibu bersalin guna mencegah keterlambatan penanganan di fasilitas kesehatan. Dengan harapan agar angka Kematian ibu dan bayi dapat di kendalikan (diminimalisir) kejadiannya, serta meningkatkan cakupan Persalinan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas). Sehingga peran dan fungsi atas keberadaan Puskesmas dapat terasa nyata Manfaatnya bagi masyarakat di wilayah kerja puskesmas unaaha secara khusus, maupun bagi masyarakat kecamatan lainnya yang yakin dengan kualitas pelayanan persalinan pada puskesmas unaaha.
Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) memiliki
tanggung jawab penting dalam memfasilitasi pengembangan inovasi dan pelaksanaan
kegiatan penelitian yang mendukung pembangunan daerah. Seiring dengan tuntutan zaman
dan percepatan transformasi digital, BRIDA Kabupaten Konawe memandang perlu adanya
sebuah sistem layanan berbasis elektronik yang mampu menghimpun, mengelola, dan
menyebarluaskan informasi mengenai inovasi daerah serta mempermudah proses pengajuan
izin penelitian. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, dikembangkanlah sistem Elektronik
BRIDA Konawe atau yang disebut E-Briko,sebagai platform layanan digital yang terintegrasi,
efisien, dan akuntabel.
Pembangunan E-Briko dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan belum optimalnya sistem
dokumentasi dan pemetaan inovasi di lingkungan perangkat daerah, lambatnya proses
perizinan penelitian secara manual, serta minimnya integrasi antara riset dan kebutuhan
pembangunan .BRIDA masih menghadapi hambatan dalam menjangkau masyarakat atau
institusi yang ingin mengajukan inovasi maupun permohonan izin penelitian, ditambah
dengan kurangnya akses terhadap platform digital yang efisien dan transparan.
Permasalahan tersebut berkaitan erat dengan sejumlah isu strategis yang sedang dihadapi
oleh pemerintah daerah, di antaranya adalah perlunya digitalisasi pelayanan publik,
pentingnya penguatan riset lokal berbasis kebutuhan daerah, serta kebutuhan untuk
membangun basis data inovasi dan kegiatan penelitian yang dapat diakses lintas sektor.
Selain itu, penyediaan sistem pelacakan yang transparan terhadap setiap permohonan izin
atau inovasi menjadi tuntutan zaman yang harus dijawab oleh lembaga publik seperti BRIDA.
Untuk menjawab tantangan tersebut, metode pembaruan yang digunakan dalam E-Briko
mengedepankan pendekatan digital dan partisipatif. Seluruh proses yang sebelumnya
bersifat manual kini dialihkan dalam bentuk formulir daring yang dapat diakses kapan saja.
Pengguna dari OPD, masyarakat, maupun lembaga pendidikan dapat mengisi data inovasi
atau pengajuan izin penelitian melalui satu pintu. Sistem akan langsung mencatat,
menyimpan, dan menampilkan data secara otomatis. Tim BRIDA melakukan validasi dan
klarifikasi melalui dashboard internal, kemudian menetapkan status permohonan. Semua
proses ini terekam secara digital dan dapat ditelusuri oleh pengguna.
Sistem E-Briko memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, kemudahan akses melalui perangkat
digital membuat sistem ini inklusif dan efisien. Kedua, kecepatan dalam proses validasi serta
keterbukaan informasi meningkatkan kepercayaan publik. Ketiga, data yang tersimpan dalam
sistem dapat digunakan sebagai bahan analisis perencanaan kebijakan daerah berbasis riset.
Dalam modul perizinan penelitian, alur serupa diterapkan. Peneliti atau mahasiswa cukup
mendaftar dan mengisi data permohonan, melampirkan dokumen pendukung seperti
proposal, surat pengantar, dan identitas diri. Proses verifikasi dan penerbitan surat izin
dilakukan secara digital, dan pengguna dapat mengunduh surat izin tersebut langsung dari
sistem begitu disetujui. Seluruh proses berjalan secara transparan dan terdokumentasi.
Sebagai kesimpulan, E-Briko hadir sebagai inovasi digital BRIDA Konawe yang
mengintegrasikan dua fungsi penting: pengelolaan inovasi daerah dan pelayanan izin
penelitian. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja BRIDA, mempercepat
pelayanan publik, serta memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang inklusif, transparan,
dan berkelanjutan di Kabupaten Konawe.
Digital
Kesehatan
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
SiSehat KB Online Konawe merupakan inovasi pelayanan publik berbasis digital yang dikembangkan untuk mempermudah masyarakat, khususnya Pasangan Usia Subur (PUS), dalam memperoleh informasi, melakukan pendaftaran, dan mengakses pelayanan Keluarga Berencana (KB) secara mudah, cepat, dan terpadu di Kabupaten Konawe. Aplikasi ini dirancang sebagai sarana pendaftaran calon akseptor KB secara daring melalui telepon pintar (smartphone), sehingga masyarakat dapat mengakses layanan KB tanpa harus datang langsung ke fasilitas pelayanan hanya untuk melakukan pendaftaran awal. Inovasi ini menyasar Pasangan Usia Subur yang belum menggunakan kontrasepsi maupun pasangan yang sudah ber-KB dan membutuhkan pelayanan lanjutan, konsultasi, pergantian metode kontrasepsi, atau pelayanan KB lainnya sesuai kebutuhan. Melalui SiSehat KB Online Konawe, masyarakat diharapkan memperoleh kemudahan dalam mengakses pelayanan KB gratis, mendapatkan informasi mengenai pilihan metode kontrasepsi, serta terhubung dengan petugas dan fasilitas pelayanan KB yang tersedia. Dengan demikian, proses pendaftaran dan koordinasi pelayanan dapat menjadi lebih efektif, terarah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Inovasi ini juga menjadi salah satu upaya transformasi pelayanan keluarga berencana di Kabupaten Konawe dari pola pelayanan konvensional menuju pelayanan berbasis digital yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain meningkatkan kemudahan akses bagi masyarakat, aplikasi ini diharapkan dapat mendukung pendataan calon akseptor, meningkatkan partisipasi Pasangan Usia Subur dalam program KB, serta memperkuat perencanaan dan evaluasi pelayanan KB secara berkelanjutan. Dengan hadirnya SiSehat KB Online Konawe, pelayanan KB diharapkan semakin inklusif, efisien, dan mudah dijangkau oleh seluruh Pasangan Usia Subur, baik yang belum ber-KB maupun yang sudah ber-KB, guna mewujudkan keluarga yang sehat, berkualitas, sejahtera, dan terencana di Kabupaten Konawe. Tujuan Inovasi 1. Mempermudah akses pelayanan KB melalui pendaftaran daring yang dapat dilakukan menggunakan telepon pintar. 2. Meningkatkan partisipasi Pasangan Usia Subur yang belum ber-KB agar memperoleh informasi dan pelayanan kontrasepsi sesuai kebutuhan. 3. Memfasilitasi pasangan yang sudah ber-KB untuk mendapatkan pelayanan lanjutan, konsultasi, dan kebutuhan kontrasepsi lainnya. 4. Meningkatkan efektivitas pelayanan melalui integrasi proses pendaftaran dan koordinasi dengan petugas serta fasilitas pelayanan KB. 5. Mendukung peningkatan kualitas data pelayanan KB sebagai bahan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi program. 6. Mendorong transformasi digital pelayanan publik di bidang keluarga berencana di Kabupaten Konawe. Keunggulan Inovasi • Mudah diakses: pendaftaran dapat dilakukan melalui telepon pintar. • Praktis dan efisien: membantu mengurangi kendala waktu dan proses pendaftaran awal. • Sasaran luas: melayani PUS yang belum maupun sudah menggunakan kontrasepsi. • Pelayanan terpadu: mendukung koordinasi antara masyarakat, petugas KB, dan fasilitas pelayanan. • Berorientasi pada kebutuhan masyarakat: membantu pasangan memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan reproduksi dan pilihan kontrasepsinya. Inti inovasi: SiSehat KB Online Konawe merupakan langkah nyata menuju pelayanan Keluarga Berencana yang lebih mudah diakses, terintegrasi, dan berbasis digital, sehingga setiap Pasangan Usia Subur di Kabupaten Konawe memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh pelayanan KB yang tepat, aman, dan sesuai kebutuhan.
SIPATEN (Sistem Informasi Pengelolaan Aset & Peralatan Terintegrasi Online) adalah layanan digital Dinas Perhubungan Kabupaten Konawe. Masyarakat dapat mengajukan peminjaman barang inventaris secara online, 24 jam, tanpa membuat akun. Sistem menerbitkan nomor tiket otomatis, dan pemohon memantau status permohonan secara langsung. Persetujuan berjenjang (administrator, Kepala Bidang, Kepala Dinas) berjalan di dalam sistem. Dokumen resmi seperti Berita Acara Serah Terima dan Surat Keterangan Pengembalian terbit otomatis dengan QR tanda tangan elektronik.
Latar belakang. Peminjaman barang dan peralatan dinas perlu proses yang cepat, tertib, dan transparan. Pencatatan manual rawan terlambat, sulit dilacak, dan menyulitkan pengawasan stok serta kondisi barang milik daerah. SIPATEN menyatukan pengajuan, persetujuan, dokumen, dan pengembalian dalam satu sistem.
Sasaran.
1. Mempermudah masyarakat mengakses layanan tanpa biaya.
2. Memberi kepastian status permohonan melalui pelacakan tiket.
3. Mempercepat dan mendokumentasikan alur persetujuan.
4. Menjaga akuntabilitas barang milik daerah melalui foto serah terima dan pengembalian.
5. Mengurangi penggunaan dokumen kertas melalui tanda tangan elektronik.
Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan utama di kabupaten konawe dengan angka penemuan kasus dan keberhasilan pengobatanbelum optimal. Diperlukan terobosan inovasi melalui pembentukan satuan pemberantasan TB Bersahaja (SABER TB BERSAHAJA) sebagai wadah koordinasi, kolaborasi, dan aksi nyata lintas sektor untuk percepatan eliminasi TB di Kabupaten Konawe.
Inovasi SISKES (Sistem Informasi Surat Menyurat Kesehatan) adalah aplikasi pelayanan administrasi berbasis web yang dikembangkan oleh RSUD Konawe untuk mengotomatisasi seluruh proses pembuatan surat keterangan medis. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh pengelolaan administrasi surat secara manual yang memicu penumpukan antrean, waktu pencarian data yang lama, serta risiko berkas tercecer atau hilang. Melalui SISKES, pasien dapat melakukan pendaftaran dan pengisian formulir secara mandiri via browser.Sistem ini melayani pembuatan berbagai surat keterangan medis, meliputi Surat Keterangan Pemeriksaan Kejiwaan, Berbadan Sehat (SKBS), Bebas Narkoba, Kelahiran, Sakit/Opname, hingga Kematian. Hasil pemeriksaan dapat dikirim langsung dalam bentuk digital via WhatsApp / dicetak di tempat atau melalui akun masing-masing.
Pengelolaan arsip surat yang baik merupakan urat nadi kelancaran administrasi. Saat ini, dokumen surat masuk dan keluar di instansi masih dikelola secara manual. Hal ini menyebabkan risiko kehilangan dokumen, kerusakan fisik kertas, serta lamanya waktu pencarian saat dibutuhkan kembali. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengarsipan yang lebih terstruktur dan terdigitalisasi. Sasaran dari inovasi ini adalah terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan administrasi persuratan dan pengelolaan arsip surat melalui pemanfaatan sistem informasi yang terintegrasi dengan sasaran pengguna yaitu ASN, tenaga administrasi, pengelolaan surat, pengelolaan arisp, serta pimpinan perangkat daerah dilingkungan pemerintah kabupaten konawe.
"OBAT KITA" adalah platform layanan kesehatan berbasis web yang dikembangkan di lingkungan RSUD Konawe untuk mengatasi permasalahan ketersediaan dan pencarian obat secara real-time di wilayah Kabupaten Konawe.
Melalui aplikasi ini, masyarakat maupun keluarga pasien tidak perlu lagi berkeliling dari satu fasilitas kesehatan (faskes) ke faskes lain secara manual. Cukup dengan mengetikkan nama obat pada kolom pencarian (smart search), sistem akan langsung menampilkan titik-titik lokasi faskes (puskesmas, klinik, apotek, atau rumah sakit) di peta interaktif Konawe yang memiliki stok obat tersebut.
Inovasi ini bertujuan untuk menghadirkan transparansi informasi publik, memangkas waktu tunggu, serta memastikan masyarakat mendapatkan akses pengobatan secara cepat dan tepat demi mendukung transformasi pelayanan kesehatan digital yang terintegrasi di Kabupaten Konawe.
Si-Indag (Seputar Informasi Perdagangan dan Perindustrian) sebuah Website yang memuat Informasi tentang Kegiatan-Kegiatan Dinas Perdagangan dan Perindustrian juga memberikan Informasi Mengenai Harga Pangan dan Beberapa Layanan Untuk Masyarakat yang membutuhkan Nomor Induk Berusah (NIB), Fasilitasi Sertifikat Izin Halal Untuk IKM Pangan, Layanan Tera dan Tera Ulang, Rekomendasi Perdagangan Minuman Beralkohol, Sistem Informasi Industri Nasional, Dan Tanda daftar Gudang. dalam WebSite ini Tersedia Formulir Registrasi Untuk Pemohon
Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator derajat kesehatan masyarakat. angka kematian ibu yang tinggi mengharuskan kita terus mempertajam program penyelamatan ibu hamil dan memberikan pengetahuan atau konseling kepada ibu hamil dan calon ibu hamil untuk dapat menekan tingkat kematian tersebut.
diwilayah UPTD Puskesmas Tongauna khususnya kunjungan ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya ditrimester 1 masih kurang sehingga belum tercapainya target kunjungan K1 pada ibu hamil dikarenakan kurangnya kesadaran ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya sedini mungkin, kurangnya konseling pra nikah kepada calon pengantin, serta pelayanan TT yang masih kurang.
GROUP SEHATI (GROUP SEhat HinggA persalinan nanTI) Merupakan grup whatsapp yang beranggotakan kepala puskesmas, dokter, kepala desa/lurah, bidan desa, juru imunisasi, kader dan ibu hamil yang tujuannya memantau setiap wanita di kecamatan Tongauna usia produktif yang akan melaksanakan pernikahan dan mengalami kehamilan agar segera berkontak dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan tindakan
Inovasi "Pengelolaan Arsip Digital Bersama SRIKANDI" adalah transformasi tata kelola kearsipan dari sistem manual berbasis kertas menuju ekosistem digital yang terintegrasi secara nasional. Memanfaatkan aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi), inovasi ini mengubah seluruh proses administrasi persuratan dan kearsipan pemerintahan menjadi sepenuhnya elektronik, cepat, dan terpusat.
Inovasi ini mengintegrasikan alur pembuatan naskah dinas, pengesahan melalui Tanda Tangan Elektronik (TTE) tersertifikasi, pengiriman surat lintas instansi, hingga penyimpanan arsip pada cloud. Transformasi digital ini secara langsung memecahkan permasalahan klasik administrasi, seperti risiko kehilangan atau kerusakan dokumen fisik, penumpukan kertas, dan lambatnya proses pencarian riwayat data.
Manfaat utama dari inovasi ini meliputi efisiensi waktu distribusi naskah dinas, penghematan anggaran operasional pengadaan kertas (paperless), transparansi disposisi yang dapat dilacak secara real-time, dan peningkatan keamanan data kearsipan. Melalui optimalisasi SRIKANDI, instansi pemerintah dapat memangkas jalur birokrasi yang panjang sekaligus mewujudkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang modern, responsif, akuntabel, dan ramah lingkungan.
Sistem Informasi Pengelolaan Pajak Daerah (Sipintar) adalah Sistem yang di gunakan untuk mengelolah Pajak Daerah Lainnya Seperti Pajak Makan & Minum, Pajak Sarang Burung Walet, Pajak MBLB, PBJT-TL, Pajak reklame, Pajak Air Tanah, Pajak Hotel, Pajak Parkir, dan Pajak Hiburan.
Sistem Informasi Kejar Pajak Optimal (SiKepo) adalah aplikasi yang mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran PBB-P2. Aplikasi ini menyediakan layanan Pengecekan PBB, Pembayaran PBB melalui QRIS, Pencetakan SPPT Digital, Pencetakan Surat Rekomendasi TPP untuk ASN Kab. Konawe, dan Pencetakan E-STTS.
Inovasi Perpustakaan Keliling hadir sebagai solusi strategis untuk mengatasi kesenjangan akses literasi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah terpencil Kabupaten Konawe. Program ini lebih dari sekadar layanan distribusi buku; ini merupakan wujud nyata Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang proaktif menjemput bola ke tengah masyarakat, sekolah, dan ruang publik.
Dengan armada keliling, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mendekatkan bahan bacaan berkualitas, sarana edukasi, dan layanan informasi langsung kepada warga yang kesulitan menjangkau perpustakaan daerah. Inovasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan Indeks Literasi Masyarakat (ILM), tetapi juga menjadi pusat kegiatan belajar dan interaksi masyarakat yang dinamis.
Melalui pendekatan inklusif ini, layanan Perpustakaan Keliling berupaya membudayakan kegemaran membaca sejak dini, mendukung pendidikan sepanjang hayat, dan memberdayakan masyarakat melalui literasi terapan. Akses ilmu pengetahuan yang merata diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
DESKRIPSI SINGKAT BUKU DIGITAL KONAWE
Perkembangan teknologi informasi menuntut adanya transformasi di berbagai sektor, termasuk pendidikan dan literasi. Di Kabupaten Konawe, tantangan geografis dan terbatasnya ketersediaan serta akses fisik ke perpustakaan seringkali menjadi hambatan bagi masyarakat, khususnya para pelajar, dalam mendapatkan bahan bacaan yang merata dan berkualitas. Merespons kondisi tersebut, inovasi PERPUSTAKAAN DIGITAL (Buku Digital Konawe) hadir sebagai solusi strategis untuk mendobrak batasan ruang dan waktu dalam mengakses ilmu pengetahuan.
Inovasi ini merupakan platform perpustakaan elektronik yang mengintegrasikan berbagai koleksi literatur, modul pembelajaran, hingga muatan lokal Konawe dalam satu genggaman perangkat pintar. Latar belakang utama pengembangan aplikasi ini adalah komitmen kuat untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem pendidikan daerah yang inklusif dan modern.
Dengan Buku Digital Konawe, masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada buku cetak fisik. Inovasi ini mempermudah akses pendidikan secara gratis di seluruh pelosok daerah yang terjangkau internet, serta menjadi langkah adaptif pemerintah dalam menjawab tantangan era digitalisasi. Kemudahan akses ini diharapkan mampu mendongkrak minat baca masyarakat Konawe guna mencetak generasi yang cerdas, berwawasan luas, dan berdaya saing tinggi.
Inovasi Tidak Ditemukan
Tidak ada data inovasi yang cocok dengan pencarian dinas atau kata kunci yang Anda masukkan. Silakan periksa kembali ejaan atau reset filter.